Selasa, 17 April 2012

Interpreter dan kompilator (Compiler)

Ditinjau dari mekanisme penerjemahannya, bahasa pemrograman tingkat tinggi dapat di bagi menjadi dua kelompok yaitu, Interpreter dan Kompilator. Interpreter adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang menerjemahkan setiap baris perintah dan langsung mengeksekusinya. Cara kerjanya seperti penerjemah turis asing yang mengartikan kalimat demi kalimat.

Cara yang berbeda dilakukan oleh kompilator. Pada kompilator, semua instruksi di terjemahkan dulu kedalam bahasa mesin, baru setelah itu dieksekusi (instruksi dikerjakan oleh komputer). Cara kerjanya mirip dengan penerjemahan buku dimana penerjemah menerjemahkan buku tersebut sampai tuntas, barulah setelah itu disajikan kepada pembaca. 

Interpreter dan kompilator masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Kelebihan interpreter adalah pengembangan program lebih cepat, tidak perlu melakukan kompilasi yang mungkin butuh waktu lama, namun kerugiannya setiap kali program perlu dijalankan, interpreter harus bekerja lagi, sehingga kecepatan aksekusi menjadi kurang jika dibanding dengan kompilator.

Sebliknya penguan kompilator memungkinkan kita membentuk program yang dapat langsung dijalankan dengan cepat (karena sudah dalam bahasa mesin), namun dibutuhkan waktu yang relatif lama dalam pengembangan programnya.

Bahasa Pemrograman

Pada dasarnya suatu instruksi manusia baru bisa dikerjakan jika komputer telah "memahaminya". karena komputer tidak "mengerti" bahasa manusia, maka manusia yang harus mengerti bahasa komputer supaya dapat memberi instruksi kepada komputer. Jadi memrogram pada dasarnya adalah proses memberi instruksi kepada komputer untuk menyelesaikan sebuah persoalan. kumpulan instruksi yang diberika manusia inilah yang disebut dengan program komputer.

Bahasa yang dipahami komputer adalah bahasa mesin. pada mulanya manusia memberi instruksi kepada komputer langsung menggunakan bahasa mesin yaitu, bahasa asli komputer. karena pemberian instruksi ini di anggap kurang efisien dan rumit, maka diciptakanlah media perantara untuk menerjemahkan komunikasi manusia dengan komputer. media perantara itu disebut dengan bahasa pemrograman. jadi, bahasa pemrograman sebenarnya adalah media penerjemah bahasa manusia ke bahasa mesin komputer.

Pengertian Algoritma Pemrograman


Istilah Algoritma saat ini lebih sering dikaitkan dengan pemrograman komputer sehingga dikenal dengan istilah Algoritma Pemrogaman, untuk menunjukan kekhususan konteks. Dalam konteks ini algoritma pemrograman merupakan kerangka dari program komputer.

Sebenarnya tidak adak definisi algoritma  yang baku. Namun untuk mudahnya secara sederhana algoritma dalam kaitannya dengan pemrograman dapat kita definisikan sebagai “ Urutan langkah berhingga untuk menyelesaikan masalah matematika dan logika’.  Dengan pengertian itu kita dapat menyimpulkan bahwa
1.    Algoritma adalah kumpulan langkah, artinya algoritma merupakan proses di dalam penyelesaian masalah.
2.    Langkah-langkah dalam algoritma berhingga banyaknya, artinya langkah-langkah tersebut memiliki akhir. Algoritma tanpa akhir, bukanlah termasuk algoritma karena tidak memberikan solusi apapun.
3.  Digunakan untuk menyelesaikan masalah matematika dan logika, artinya tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam algoritma pemrograman. Algoritma ini hanya bisa digunakan  untuk menyelesaikan suatu masalah jika msalah tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa logika dan matematika, karena pemrograman komputer pada dasarnya adalah persoalan logika dan matematika.

Algoritma dalah cara manusia untuk merangkai instruksi yang akan diberika kepada komputer. Itu sebabnya  semua orang yang belajar pemrograman komputer sangat dianjurkan memahami dulu algoritma.